Language

Friday

Pedoman budidaya belut sampai sukses


Belut merupakan jenis ikan yang berada di air tawar berbentuk bulat dan memanjang memiliki tubuh yang licin. Banyak menghabiskan hidupnya di di area tanah berlumpur seperti di rawa - rawa, persawahan, sungai, pematang kolam dan saluran irigasi. Makanan alaminya yaitu ikan - ikan kecil di sekitar habitat hidupnya.Di tahun 1978 belut mulai di kenal di indonesia hingga saat ini dan menjadi komoditas usaha yang menembus pasar ekspor.

Di indonesia sendiri central pusat perikanan belut berada di jawa barat dan DKI jogjakarta. sedangkan untuk skala internasional berpusat di Malaysia, Taiwan, France, Hongkong, Japan dan di daerah lain hanya bertarap penampungan saja.

Dalam habitatnya belut di kelompokkan dalam 3 lokasi yaitu belut kali, belut rawa, dan belut sawah dan yang sering di jumpai adalah belut sawah.

Perolehan manfaat dari budidaya belut adalah 
-Kelengkapan kebutuhan harian
-Untuk penambah darah
-Sumber protein yang baik bagi kesehatan

Persyaratan lokasi untuk budidaya belut

- Menurut iklim dan geografis tempat belut tidak membutuhkan syarat yang spesifik
- Menjadi syarat yang harus lebih di perhatikan adlah kondisi air yang jernih, tidak tercemar limbah pabrik, bahan kimia yang mengandung racun dan kondisi asam pada dasar kolam telah di netralkan bisa manggunakan kapur dengan cara mengeringkan kolam dan menebar kapur di kolam.
- Temperatur suhu yang paling optimal berkisar antara 25-30 C.
- Kondisi air yang bersih dan mempunyai banyak kandungan oksigen menjadi tuntutan apalagi untuk belut yang masih berupa benih dengan ukuran 1~2 cm ini menjadi syarat penting.

Prasarana dan peralatan 
- Lokasi kolam harus terbagi menjadi 4 bagian antara lain
1. Kolam indukan untuk pemijahan,
2. Kolam penebaran benih ukuran 1~2 cm,
3. Kolam Belut yang sudah remaja ukuran 3~4 cm
4. Kolam belut siap komsumsi ukuran belut 5~8 menjadi ukuran 15~20 cm dan seterusnya menjadi 30~40 cm

- Bentuk kolam untuk belut hampir sama dengan kolam ikan lainya yang berbeda adalah ukuran yang menyesuaikan kapasitas belut itu sendiri
- Ukuran perbandingan kapasitas belut menurut besar kecilnya belut
1. Untuk kolam induk 6 ekor : m²
2. Kolam benih ukuran 1~2 cm 500 ekor : m²
3. Belut remaja ukuran 2~5 cm 250 ekor : m²
4. Untuk belut konsumsi 5~8 cm 100 ekor : m²
5. Belut ukuran 15~20 cm 50 ekor : m² sampai belut berukuran 30~50 cm

- Pembangunan kolam yang berdinding tembok atau memakai semen untuk dasaranya tidak di sarankan untuk di semen.
- Sumber air bersih yang harus selalu ada.
- Untuk pengolahan dasar kolam sebelum di tabur benih belut komposisinya adalah berbahan organik antara lain
1. Batang pohon pisang yang di cacah
2. Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan
3. Sekam dan jerami padi

- Metode pengolahan dasar kolam
1. Langkah awal di tabur sekam padi setebal 10~15 cm dan bisa juga di variasikan dengan batang pohon pisang yang di lumatkan
2. Berikutnya pupuk kandang dengan ketebalan 10~15 cm
3. Lalu diatasnya di beri ikatan - ikatan jerami padi sampai tertutup merata.
4. Kolam di aliri air dengan perlahan sampai ketinggian 20 cm dan di biarkan sampai menjadi lumpur sawah dan saat itu belut siap di tebar

Untuk makananya sebagian sudah bersumber dari hasil pengolahan dasar kolam sebelumnya. Jika di perlukan anda juga bisa memberi makanan tambahan antara lain cacing, kecoa, ulat belatung. Untuk masa pemberianya berjangka 10 hari 1 kali.

Setelah kita berhasil membudidayakanya jangan khawatir karna belut sangat laku di pasaran karna untuk saat ini jumlah permintaan belut lebih besar di banding dari jumlah produksi belut itu sendiri. Kesuksesan tidak di mulai nanti tapi sekarang.



No comments:

Post a Comment

Apabila ada pertanyaan atau saran dan kritik jangan sungkan untuk menuliskan di kolom komentar